Pengamanan Demo di Bekasi, TNI-Polri Tak Pakai Senpi

 




Polres Metro Bekasi - Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setiawan mengatakan, 206 personel gabungan yang mengawal pelaksanaan unjuk rasa oleh mahasiswa di Kantor Pemkab Bekasi, dipastikan tidak menggunakan Senjata Api (Senpi).


"Anggota yang terlibat pengamanan sudah saya tegaskan untuk dilarang membawa senpi dan tidak boleh bersikap arogan. Saya minta anggota tetap tersenyum dan kedepankan prinsip humanis," ungkapnya.


Gidion juga menjelaskan, selain memastikan anggota tidak arogan dalam menjalankan pengamanan, ia juga memastikan anggota yang turun ke lokasi, tetap mengedepankan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).


"Selain humanis, anggota tetap mematuhi Prokes kesehatan dan menggunakan masker pada saat melaksanakan pengamanan," katanya.


Diberitakan sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setiawan mengatakan ada total 206 personel gabungan TNI-Polri dan Pemkab menjaga dan mengawal berjalannya aksi unjuk rasa di wilayah Kantor Pemkab Bekasi, Senin (11/4/2022).


"Total anggota yang kami kerahkan seluruhnya di beberapa titk itu sebanyak 1005 Personel. Untuk di Pemkab, ada total 206 personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol-PP dan Dishub," katanya di lokasi.


Gidion memaparkan, Polres Metro Bekasi menurunkan total 126 personel, Kodim mengirimkan 50 personel dan dari SatpolPP sebanyak 30 personel. Ia menjelaskan, aksi mahasiswa di depan Kantor Pemkab Bekasi berjalan dengan lancar. Mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan tertib.


Sebagaimana diberitakan, ada sekitar 1005 personel gabungan siagakan untuk mengawal aksi demo mahasiswa di Kabupaten Bekasi hari ini, Senin (11/4/2022).


Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, personel gabungan tersebut terdiri dari TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP.


“Yang disiagakan ada sekitar seribu lima anggota gabungan,” kata Gidion.


Ia mengungkapkan, ribuan personel gabungan tersebut ditempatkan di lokasi yang menjadi titik rawan berkumpulnya massa dari aliansi mahasiswa Kabupaten Bekasi.


“Disebar di beberapa titik. Salah satunya di Stasiun Cikarang yang menjadi rencana titik kumpul para mahasiswa yang akan berangkat ke Jakarta,” ujar Gidion.