SDN se-Desa Jatiwangi Bersama Polsek Cikarang Barat Laksanakan Vaksinasi Usia 6 – 11 Tahun

 


Humas Polres Metro Bekasi -  Melansir dari situs Kemkes RI, Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan kick off pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 sampai 11 tahun. Pelaksanan vaksinasi ini juga sudah sesuai dengan instruksi Presiden.

 

Diketahui, vaksin yang akan digunakan untuk anak usia 6-11 tahun adalah jenis Sinovac. Vaksin ini sudah mengantongi izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). Sebanyak 6,4 juta dosis vaksin Sinovac.

 

Berdasarkan kajian dari ITAGI dan evidence based yang dilaksanakan, Sinovac ini memiliki KIPI yang kecil sehingga diprioritaskan untuk anak-anak, di agenda kick off vaksinasi anak 6-11 tahun di SDN – SDN.

 

Menurut Kepala Desa Jatiwangi total terdapat 50 anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Bekasi . Mereka akan menerima vaksin Sinovac.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi ini menjelaskan, vaksinasi anak hari ini akan digelar Sekolah Dasar Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi .

 

“SDN – SDN daerah Desa Jatiwangi tersebut dan Puskesmas juga sudah siap melaksanakan vaksinasi ini,” kata Yowada Adieztria (abah) .

 

“Alhamdulillah antusias para siswa yang didukung oleh orang tuanya dalam vaksinasi ini cukup bagus, jadi sejauh ini tidak ada kendala” jelas. Yowada Adieztria (abah) , kepala Desa Jatiwangi, Sabtu (08/01/2022).

 

Menurutnya, ada 20 tenaga kesehatan dibantu para Karang Taruna, Babinsa dan Bimaspol setempat dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut.

 

“Kita ada 20 orang tenaga kesehatan dari Puskesmas, Karang Taruna, Babinsa dan Bimaspol juga dibantu guru dalam pelaksanaan vaksinasi kali ini” lanjutnya.

 

Ia juga berharap, dengan adanya vaksinasi tahap pertama ini, bisa mempercepat belajar tatap muka seratus persen bisa kembali digelar.

 

“Iya saya berharap dengan adanya pemberian suntik vaksin ini, kedepannya sekolah sudah bisa menggelar pembelajaran tatap muka seratus persen, tidak lagi hanya lima puluh persen. Karna, pasti sangat berbeda pelajaran yang ditangkap oleh siswa secara langsung dengan daring” ungkapnya.