Waspadai Omicron, Pemerintah Tingkatkan Fasilitas Layanan Kesehatan di RS Rujukan

Humas Polres Metro Bekasi  - Pemerintah mendorong sinergi dan koordinasi dengan seluruh stakeholders terkait, baik TNI/Polri, swasta, maupun masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19. Meski kasus konfirmasi harian covid-19 baik di wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali saat ini cenderung menurun, namun kondisi ini tetap perlu diwaspadai.

"Kita tentu berharap gelombang ketiga tidak terjadi di Indonesia. Namun, karena adanya varian virus baru dan mobilisasi penduduk yang meningkat dari hari ke hari, maka harus senantiasa diantisipasi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 18 Desember 2021.

Ia menambahkan, vaksinasi dan kesiapan fasilitas kesehatan juga harus terus ditingkatkan. Terkait kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan oksigen medis di Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 seluruh Indonesia, merupakan hal yang sangat krusial untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan dalam merawat pasien-pasien.

"Kondisi RS dengan stok oksigen kurang dari 12 jam sudah semakin menurun trennya, jika dibandingkan dengan kondisi saat puncak kasus di Juli-Agustus lalu. Pemerintah terus berupaya memastikan kecukupan kebutuhan oksigen medis dan obat-obatan dengan melibatkan semua pihak dari dalam dan luar negeri," ungkapnya.

Airlangga pun mengungkapkan apresiasi kepada rekan-rekan KBRI Singapura dan Diaspora Indonesia di Singapura atas kontribusinya dalam penanganan covid-19 di Indonesia melalui penggalangan dana yang telah dilakukan. Dengan adanya bantuan oksigen generator dan kompresor ini tentunya sangat membantu meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

"Melalui penggalangan dana tersebut, saat ini kita salurkan menjadi bantuan oksigen generator dan kompresor kepada 12 RS di delapan provinsi di Indonesia. Termasuk salah satunya untuk RSUD Kabupaten Bekasi," ujar dia.

Terkait dengan program vaksinasi, telah dilakukan vaksinasi dosis satu sebanyak 71,12 persen dan dosis dua tercatat sebanyak 50,06 persen dari total 208,3 juta sasaran vaksinasi sampai dengan 15 Desember 2021. Selain itu, untuk vaksinasi dosis tiga bagi tenaga kesehatan telah terlaksana sebanyak 85,91 persen.

Mulai 14 Desember 2021, Pemerintah juga telah menambahkan sasaran vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun setelah mendapatkan rekomendasi dari ITAGI, dan telah diterbitkannya EUA untuk anak dari BPOM dengan menggunakan vaksin Sinovac dan/atau CoronaVac/Covid-19 Biofarma.

"Untuk jenis vaksin lain masih akan terus dilakukan kajian keamanan bagi anak, sehingga kebutuhan akan vaksin sampai 2022 bisa terpenuhi dengan berbagai jenis vaksin," pungkas Airlangga.